Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Akhir-akhir ini, kondisi depresi dan gangguan mental kerap di perdebatkan dan dianggap telah menjadi trend tersendiri di kalangan para remaja dan generasi milllenial. Kondisi tersebut tidak lagi menjadi hal yang tabu untuk di bicarakan, mengingat makin banyaknya diskusi terbuka ataupun kampanye dalam bentuk lagu/film yang mengusung masalah kesehatan mental dan kondisi psikologi seseorang.

Umumnya orang-orang menyebut kondisi depresi sebagai perwujudan dari reaksi seseorang setelah melalui sebuah perjuangan panjang ataupun kekecewaan dalam hidup. Sayangnya, ditengah stigma masyarakat, kondisi ini seringkali dikaitkan dengan hal-hal berbau mistik, kurang bersyukur, lemah iman dan bahkan dianggap tidak normal. Padahal secara klinis, depresi jauh lebih luas dan kompleks dari sekedar perasaan sedih.

Hal itu bisa di rasakan oleh siapapun tanpa memandang jenis kelamin, usia, dan status sosial.  Manusia adalah makhluk individu sekaligus sosial yang sangat rumit dan sulit di mengerti

Setiap malam ketika hendak tidur, apa yang terakhir kali anda pikirkan? Inilah kondisi ketika seseorang sedang berinteraksi dengan alam bawah sadarnya. Tak jarang, anda merasa tidak bisa mengenali diri sendiri dan terjebak pada sebuah tanda tanya, ‘aku kenapa?’

Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Maafkan Masa Lalu, Jemput Bahagiamu

  1. Semua orang berharga

Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Tidak ada satupun benda dan makhluk yang tercipta di dunia ini tanpa memiliki arti. Anda mungkin berfikir untuk apa nyamuk diciptakan jika hanya mendatangkan penyakit dan rasa tidak nyaman? Padahal bagi sebagian orang nyamuk adalah alasan mereka bisa mendapatkan pekerjaan.

Berbagai jenis obat pemasmi nyamuk serta alternative lainnya telah berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang hingga mereka bisa hidup mapan.

Jika nyamuk yang keberadaannya tak pernah di harapkan saja masih berharga bagi sebagian orang, apalagi anda.

Perasaan bahwa anda tidak berharga dan tidak berguna itu hanya ada di kepala. Kenyataannya, anda berharga bagi siapapun yang mengenal kalian. Orangtua,kakak, keponakan, teman sebangku ketika SD,SMP,SMA, hingga orang asing yang anda temui ditengah jalan dan tak sengaja membantu ambilkan barangnya yang jatuh pun pasti berterimakasih atas kehadiran anda di dunia.

Hewan peliharaan, tanaman yang anda siram, semua hal yang mungkin tidak pernah punya kesempatan memberi tahu betapa berharganya anda pasti akan bersedih jika tahu apa yang anda rasakan saat ini.

Betapapun hina dan buruknya keadaan yang anda hadapi saat ini, ingatlah itu tidak akan merubah kenyataan bahwa anda berharga  di sudut hati dan memori orang yang anda temui.

 

  1. Berhenti salahkan diri sendiri

Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Ketika seseorang menyeberang jalanan sepi tanpa lampu lalu lintas dan tiba tiba sebuah mobil hampir menabraknya siapakah yang anda salahkan?

Anda bisa saja menyalahkan orang yang hendak menyeberang jalan, menyalahkan mobil yang hampir menabrak, hingga pemerintah yang tidak menyediakan fasilitas jembatan penyeberangan atau lampu lalu lintas.

Dari kejadian diatas, siapa saja bisa bersalah. Anda bisa menjadi penyeberang jalan, pengendara mobil, ataupun pemerintah. Namun perlu diingat, anda tidak boleh menyalahkan diri sendiri dan juga orang lain untuk sebuah peristiwa yang sudah digariskan oleh tuhan.

Bukan perkara mencari siapa yang salah, namun fokuslah pada pelajaran apa yang bisa di dapat dari peristiwa tersebut.

Mungkin tuhan ingin anda lebih berhati-hati saat menyeberang jalan. Bisa saja tuhan sedang memberi pelajaran bagi pengendara mobil agar lebih waspada saat berkendara. Atau mungkin tuhan ingin menyadarkan pemerintah mengenai pentingnya fasilitas umum untuk melindungi masyarakat.

Selalu ada alasan di balik sebuah peristiwa yang terjadi, baik peristiwa  indah maupun sebuah tragedi.

Seseorang yang menjadi korban pelecehan seksual akan selalu merasa tidak nyaman dan malu. Mereka akan mengalami depresi , menyalahkan diri sendiri dan bahkan berfikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun menyalahkan diri sendiri hanya akan menutup mata dan hati atas pesan yang ingin di sampaikan oleh tuhan.

Jadi, berhentilah menyalahkan diri sendiri dan tetap berjalan kedepan untuk bertemu dengan kesempatan.

  1. Intropeksi

Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Sebagian orang menyalahkan diri sendiri sebelum berhasil menemukan sebuah solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi. Namun sebagian yang lain terus-menerus menyalahkan diri sendiri hingga terjebak dalam sebuah lingkaran setan yang membuatnya sulit untuk membebaskan diri.

Sesering apapun anda mengurung diri di kamar, duduk merenungi semua yang anda anggap adalah sebuah kesalahan, tak akan pernah ada jawaban. Anda hanya terus mengulang sebuah kenangan seperti mengulang adegan didalam film hingga kasetnya rusak. Padahal cerita dalam film tersebut belum berakhir. Tapi anda tak membiarkannya berputar karena takut menghadapi adegan selanjutnya.

Anda tak akan pernah belajar dan mendapat jawaban jika tetap disana. Berikan kesempatan pada diri anda untuk membuktikan bahwa anda berharga, mencintai diri sendiri dan dicintai banyak orang.

Pastikan anda telah mendapat banyak pelajaran dalam hidup sebelum kembali menghadap tuhan.

  1. Bersyukur

Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Standart baku seperti apakah yang anda jadikan acuan sebelum bersyukur? Apakah setelah anda berhasil membeli rumah, mobil mewah dan pergi liburan keluar negeri? Setelah anda berhasil lulus di sebuah perguruan tinggi dengan nilai cumlaude? Mendapatkan pasangan hidup yang cantik/ tampan dan juga setia? lahir di tengah keluarga yang hangat dan saling mendukung setiap mimpi yang anda miliki?

Lalu, apakah anda pikir mereka yang tak pernah bisa makan tiga kali sehari, mengenyam bangku perguruan tinggi, menemukan cinta sejati dan lahir di tengah keluarga broken home tidak bisa bersyukur?

Tentu saja tidak.

Hanya orang bahagia yang bisa bersyukur. Sedangkan kebahagiaan adalah sebuah misteri yang selalu dicari hingga manusia mati.Tidak ada satupun hal di dunia ini yang bisa di jadikan tolak ukur bersama untuk bahagia. Sebab tiap orang memiliki masalah hidup dan pemikiran yang berbeda.

Anda bisa bersyukur meski tidak menuntaskan pendidikan kuliah, sebab setidaknya anda pernah merasakan bagaimana rasanya kuliah. Anda bisa bersyukur setelah mengalami kecelakaan dan di amputasi, sebab setidaknya anda tidak mati. Anda bisa bersyukur meski harus bersusah payah memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena setidaknya anda masih bisa berusaha.

Diluar sana, selalu ada orang yang keadaannya jauh lebih buruk di banding anda.

Maka dari itu belajarlah bersyukur terlebih dahulu sebelum anda berfikir bagaimana caranya hidup bahagia.

  1. Buat kenangan baru

Sudahkah Anda Bahagia Hari Ini?

Seperti membaca sebuah buku yang tebal, terdiri dari dari berbagai chapter yang ceritanya panjang, itulah perjalanan hidup anda. Keadaan sulit dan stagnan yang anda hadapi merupakan sebuah ramuan untuk membuat buku anda menarik.

Kuncinya, jangan akhiri cerita tersebut jika masih ada lembaran kertas yang tersisa. Teruslah menulis cerita hidup anda hingga waktu dan kesempatan tak lagi ada. Isi tiap lembarnya dengan orang orang baru yang anda temui, harapan yang ingin anda wujudkan, serta mimpi yang akan anda perjuangkan.

Keluarlah dari zona nyaman yang sejatinya berbentuk lingkaran setan, bangun dan bebaskan diri anda dari adegan film yang kasetnya telah rusak. Melangkahlah keluar dan berpetualang, lalu temukan banyak hal untuk mengisi buku cerita hidup anda.

Kesuksesan dan kebahagiaan tak bisa anda tunggu, lakukan sesuatu, karena sejatinya merekalah yang kini  disana tengah menunggu.

 

“Don’t close the book when bad things happen in your life, just turn the page and begin a new chapter”

 

Semoga bermanfaat, selamat berbahagia:)

Leave a Reply