Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah yang Wajib Anda Tahu

Sering kali kita mendengar penyakit bernama kurang darah dan darah rendah. Penyakit ini tak jarang dialami oleh anak muda hingga dewasa. Penyebabnya pun bervariasi, bahkan sering kali orang menganggap kedua penyakit ini sama karena menyebabkan sakit kepala yang sama. Namun di balik akibat yang ditimbulkan penyakit ini, terdapat beberapa perbedaan dasar.

Perbedaan dasar di antara kedua penyakit ini bisa menentukan jenis penanganan dan pencegahannya. Oleh karena itu penting sekali bagi anda untuk mengetahui apa saja perbedaan mendasar dari penyakit darah rendah dan kurang darah.

5 Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah

  1. Penyebab Terjadinya

kurang darah

Pada beberapa penderita dara rendah, penyebab penyakit ini muncul adalah karena cuaca, infeksi yang cukup berat, gangguan pada jantung. Selain itu juga bisa disebabkan karena muntah yang sangat hebat maupun diare, pendarahan, dan juga dehidrasi.

Sadangkan penyebab terjadinya penyakit kurang daerah atau yang juga disebut sebagai anemia adalah kekurangan zat besi. Penyebab lainnya bisa karena kurangnya produksi sel darah merah oleh tubuh, kurangnya asupan vitamin B12, zat asam folat, atau karena pendarahan.

  1. Alat yang Digunakan untuk Mendeteksi

kurang darah

Untuk memeriksa penderita yang mengalami penyakit ini, memerlukan alat yang berbeda pula. Untuk penyakit hipotensi atau darah rendah, biasanya digunakan tensimeter. Sedangkan alat yang digunakan untuk memeriksa penderita anemia adalah Hb Meter. Alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah haemoglobin di dalam darah seseorang.

  1. Kondisi Tubuh Penderita

kurang darah

Apa yang terjadi pada tubuh penderita ketika mengalami hipotensi? Jika tekanan darah rendah maka di dalam pembuluh arteri tekakanan darah menjadi lebih rendah daripada biasanya. Sedangkan pada penderita kurang darah, yang terjadi adalah jumlah darah merah yang kurang atau jumlah haemoglobin yang menurun. Sehingga menyebabkan menyakit anemia.

  1. Gejala Penyakit

kurang darah

Beberapa gejala yang bisa saja terjadi pada penderita hipotensi antara lain seperti pusing, mual, lemas atau lunglai, jantung berdebar lebih cepat, hilangnya keseimbangan tubuh. Selain itu juga mengalami napas yang pendek hingga cepat pingsang, dehidrasi, pucat, dan lain sebagainya.

Sedangkan gejala yang timbul pada penderita anemua yaitu kulit yang memucat, detak jantung tidak beraturan, mata berkunang-kunang. Lalu bisa juga mengalami nyeri di dada, sakit kepala, susah tidur, mengalami kram di kaki, kaki terasa amat dingin, dan susah untuk berkonsentrasi.

  1. Penanganan

kurang darah

Darah rendah atau hipotensi biasanya ditangani dengan cara mengurangi konsumsi kafein dan menjaga cairan tubuh. Beberapa orang disarankan untuk manjaga olahraga agar tetap teratur.

Sedangkan untuk penderita kurang darah karena penyebabnya adalah kekurangan zat besi maka penangan dilakukan dengan cara menambah asupan zat tersebut dari makanan maupun obat. Agar meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah penderita.

Leave a Reply