Pakar Kesehatan Mental Unbraw  : Tips Cegah Virus Corona Dengan Berbahagia

Penyebaran virus corona kini makin massif dan telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Hingga saat ini Jakarta masih tetap menjadi daerah paling tinggi yang terdapat pasien positif covid-19.

Pemerintah telah membuat serangkaian kebijakan guna menekan penyebaran virus covid-19 ini, antara lain himbuan untuk melakukan social distancing sehingga kegiatan belajar,bekerja, dan beribadah dilakukan dari rumah saja. Masyarakat diminta untuk tetap dirumah hingga situasi kembali kondusif dan tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang sangat urgent.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat yang tidak terbiasa tinggal lama dirumah merasa canggung dan tentu saja cepat bosan.

Padahal ada banyak aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan dirumah.

Menurut Pakar Kesehatan Mental Universitas Brawijaya (UB), Sumi Lestari, untuk mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh, masyarakat diimbau untuk terus berbahagia, mengkonsumsi makanan gizi seimbang, berolahraga, menjaga kebersihan, sering cuci tangan.

Hal itu dikarenakan ketika seseorang berada dalam kondisi bahagia, tubuh akan memproduksi hormon interferon-protein. Hormon tersebut berfungsi untuk melawan virus yang hendak masuk dan dapat membentuk imunitas.

Namun bagaimana seseorang bisa memunculkan perasaan bahagia ditengah berita pandemic yang mengkhawatirkan serta keterbatasan gerak yakni dirumah saja?

Bahkan Sumi sendiri mengatakan rasa bahagia dalam diri manusia juga bisa disebabkan karena faktor social distancing.

Pakar Kesehatan Mental Unbraw  : Tips Cegah Virus Corona Dengan Berbahagia

Bahagia Namun Tetap Waspada

Manusia sebagai mahkluk sosial selalu butuh bersosialisasi, berinteraksi, dan berkumpul sehingga pembatasan interaksi ini membuat seseorang merasa kesepian, kehilangan dan perubahan mood.

“Untuk memunculkan rasa bahagia di tengah situasi seperti saat ini bisa dilakukan dengan bersyukur, kunci bahagia itu akan muncul pada diri ketika kita mampu bersyukur, dengan bersyukur membuat hidup kita akan merasa tenang, nyaman, damai dan bahagia tentunya,” Ujar Sumi seperti dikutip dari website Universitas Brawijaya.

Sumi pun menambahkan bahwa rasa syukur yang ada di dalam diri manusia ternyata juga mampu meminimalisir emosi negatif seperti cemas, panik, khawatir, takut dan gelisah. Rasa syukur akan mengganti emosi negatif dengan emosi positif yaitu tentram, nyaman dan damai.

Apalagi ditengah situasi saat ini, masyarakat cenderung merasa panic dan khawatir akan apa yang terjadi nantinya. Padahal merasa panic dan khawatir tidak akan memberi dampak positif bagi tubuh, justru hal itu dapat menurunkan immune dan membuat diri mudah terkena penyakit

“Dengan bersyukur individu tidak merasa takut dengan cobaan karena yakin akan adanya jalan keluar dari masalah yang dihadapi,” tutur doktor psikologi klinis tersebut.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk memunculkan rasa bahagia adalah dengan latihan berpikir positif. Berpikir positif akan memunculkan energi positif.

“Bahkan berpengaruh pada hormon oksitosin atau hormon cinta yang berdampak pada tingkah laku, respons emosi juga terlihat dalam membangun ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas psikologi dan berperan mengatur ikatan sosial,” kata Sumi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat harus bijak dalam memilih sumber informasi yang valid, mengingat ada banyak informasi hoaks tersebar dan tidak dapat dikontrol.

“Saya berharap masyarakat tetap waspada dengan melakukan tindakan preventif berupa mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, menjaga imunitas tubuh dengan banyak mengkonsumsi vitamin C atau makanan yg mengandung antioksidan, banyak berdoa dan patuh terhadap himbauan pemerintah untuk tetap stay at home dan work from home selama 14 hari untuk memutus mata rantai Covid-19 ini,” katanya

Leave a Reply