Di Balik Penyebaran Virus Corona Yang Pesat, 13 Negara Terinfeksi

Saat ini dunia kesehatan tengah di hebohkan degnan munculnya virus corona Wuhan atau corona virus baru n-CoV 2019 meluas dengan begitu cepat.

Selang beberapa waktu pasca kasus tersebut di konfirmasi telah ditemukan di Wuhan, China, beberapa negara lain pun tiba tiba melaporkan kejadian yang hampir sama.

Dilansir dari situs resmi WHO, virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS.

Kemudian,yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah kenapa virus ini bisa menyebar dengan cepat?

Di Balik Penyebaran Virus Corona Yang Pesat, 13 Negara Terinfeksi

Virus Sulit Di Kendalikan

Penyebaran virus  corona yang terbilang sangat pesat ini  pun telah coba dianalisa oleh para peneliti. Hasilnya, ternyata setiap orang yang terinfeksi virus corona rata-rata juga memiliki potensi untuk menyebarkan virus tersebut kepada dua atau tiga orang lainnya yang sehat, hanya dengan kontaminasi udara saja.

Dilansir dari Reuters, menurut para ilmuwan terkait apakah wabah akan terus menyebar,hal tersebut akan  tergantung pada efektivitas langkah-langkah pengendalian yang dilakukan oleh pemerintah itu sendiri.

Akan tetapi, untuk dapat menahan epidemi dan juga mengubah gelombang infeksi virus tersebut, harus dilakukan langkah-langkah pengendalian dengan cara menghentikan penularan setidaknya 60 persen dari kasus yang telah terjadi.

Hingga kini korban tewas akibat wabah virus ini telah tercatat sebanyak 41 orang, dengan lebih dari 1.400 orang terinfeksi di seluruh dunia, di mana sebagian besar di China.

“Tidak jelas pada saat ini apakah wabah dapat ditahan di China,” ujar spesialis penyakit menular Imperial College London yang juga mempimpin salah satu studi, Neil Ferguson.

Di tambah lagi, terdapat sebanyak 4.000 orang di Wuhan telah terinfeksi pada 18 Januari 2020, dan rata-rata setiap kasus menginfeksi dua atau tiga lainnya.

Studi lain yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Lancaster Inggris juga menghitung tingkat penularan pada 2,5 orang baru rata-rata terinfeksi oleh setiap orang yang telah terinfeksi virus.

“Jika epidemi terus berlanjut di Wuhan, kami memperkirakan itu akan jauh lebih besar pada 4 Februari,” ujar para ilmuwan.

Para ilmuwan pun sepakat memperkirakan bahwa wabah di Wunhan yang dimulai pada Desember 2019 akan meluas hingga 190.000 kasus infeksi pada 4 Februari 2020 nanti.

Kepala Program Penelitian Biosecurity di Kirby Institue, Universitas New South Wales Australia, Raina MacIntyre, menyampaikan, penyebaran infeksi yang menyebar luas dalam beberapa hari terakhir ini sangat memprihatinkan.

“Semakin luas infeksi di bagian lain China, semakin besar risiko penyebaran global,” tutur MacIntyre.

Adapun penularan virus dapat terjadi dari manusia ke manusia atau pun dapat ditularkan melalui kontak antar manusia.

Penderita yang mengalami penyakit ini biasanya akan merasakan demam, batuk, dan juga kesulitan bernapas.

Namun virus corona ini biasa ditemukan pada banyak spesies hewan, termasuk unta dan kelelawar.

Terkadang virus corona yang menginfeksi hewan tersebut dapat berevolusi dan membuat orang sakit, menjadi virus corona manusia yang baru, seperti 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), SARS-CoV, dan MERS-CoV.

Leave a Reply